2017-09-15 21:54:37

4 Cara Mengajak Anak Berolahraga

image

Usia 5-17 tahun adalah masa pertumbuhan anak, baik fisik maupun mental. Proses perkembangan ini hanya akan optimal jika anak juga melakukan aktivitas fisik di luar rumah, salah satunya dengan berolahraga.
Ada banyak dampak positif membiasakan anak berolahraga. Selain mengajarkan anak akan pentingnya hidup sehat sejak dini, hasil studi yang dimuat dalam The Journal of Pediatrics di tahun 2014 menjelaskan bahwa gerakan motorik saat berolahraga yang berkaitan dengan kecepatan, kelincahan, serta koordinasi antar-anggota tubuh berkaitan erat dengan kemampuan berpikir yang akhirnya menunjang prestasi akademik. Namun seiring bertambahnya usia, akan lebih sulit untuk membangun kebiasaan anak untuk aktif berolahraga. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajak anak berolahraga:

1.Kenali kebutuhan fisik anak
Kebutuhan aktivitas fisik anak berbeda berdasarkan usianya masing-masing. Selain untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan cedera, dengan mencari tahu kemampuan dan perkembangan fisik anak, Anda bisa menentukan aktivitas apa yang sesuai untuk tumbuh kembang anak dan bagaimana Anda bisa mendukungnya. Anak di usia TK atau preschool membutuhkan aktivitas yang membantu perkembangan motoriknya seperti melempar dan menendang bola, berlarian, atau main sepeda roda tiga. Sedangkan untuk anak-anak usia awal sekolah dasar, Anda bisa mulai mengedukasi beberapa peraturan olahraga dan mulai mengarahkan minat anak. Misalnya mendaftarkan anak ke klub futsal, badminton, atau pun renang. Untuk usia remaja, dukung aktivitas olahraga anak dengan membelikan perlengkapan olahraga, seperti memberinya sepatu dan kaos klub sepakbola favoritnya.

2.Jadikan olahraga sebagai kebiasaan
Untuk menjadikan olahraga sebagai kebiasaan anak, Anda perlu meluangkan waktu membuat jadwal bersama anak. Beri semangat saat anak kurang bersemangat untuk berolahraga, ingatkan anak akan jadwal yang Anda buat bersama dan beri dukungan. Sesekali tak ada salahnya Anda sekali memberikan hadiah agar anak kembali bersemangat olahraga.

3.Dorong anak bermain dan berolahraga bersama teman
Berolahraga bersama teman sebaya membuat olahraga terasa lebih menyenangkan dan anak jadi semakin terbiasa menjaga kesehatan. Selain itu, dengan olahraga bersama teman, anak dapat mengasah kemampuan berinteraksi dan mengembangkan kecerdasan emosional serta sosialnya. Karena itu doronglah atau fasilitasi anak dengan cara memberi mereka kebebasan untuk beraktivitas bersama temannya. Jika Anda merasa belum siap sepenuhnya melepas anak, ajak teman-teman anak untuk ikut beraktivitas bersama keluarga Anda. Pilih kegiatan luar ruangan yang santai dan menyenangkan seperti pergi bersepeda, hiking, atau jogging bersama. Tak hanya mengawasi anak, Anda pun juga bisa ikut berolahraga bersama menjaga kesehatan.

4.Tumbuhkan pandangan positif pentingnya berolahraga
Hindari memaksa anak saat memotivasinya untuk berolahraga. Membuat anak keluar dari zona nyamannya dengan paksaan malah bisa membuat anak semakin menghindari berolahraga. Hindari juga menggunakan aktivitas fisik sebagai hukuman. Misalnya menyuruh anak push-up karena melakukan kesalahan. Hal ini hanya akan menimbulkan pandangan negatif dan semakin membuatnya menghindari berolahraga. Hal ini senada dengan opini Rod Dishman, seorang profesor kinesiologi. Ia berpendapat, kebanyakan orangtua cenderung berusaha untuk membuat anak-anak merasa bersalah saat mereka tidak olahraga, seperti membicarakan dampak buruknya atau hukuman bila mereka tidak mau melakukannya. Padahal orangtua justru perlu membuat olahraga sebagai sebuah aktivitas fisik yang menyenangkan. Sebagai alternatif, Anda bisa memperkenalkan anak dengan kisah figur-figur ternama di dunia olahraga bisa jadi salah satu cara memotivasi anak dan menumbuhkan kebiasaan berolahraga. Siapa tahu, anak termotivasi menjadi Michael Jordan berikutnya.

Lindungi anak dan diri Anda saat berolahraga bersama dengan program Asuransi Kesehatan Jasindo Health. Dengan rentang usia peserta mulai 6-59 tahun, Jasindo Health adalah produk asuransi kesehatan komprehensif meliputi jaminan Rawat Inap, Rawat Jalan, Rawat Gigi, Manfaat Melahirkan, Manfaat Kacamata, Manfaat Medical Check Up, serta Manfaat lain dengan batasan tertentu (jantung, hemodialisa, kemotherapi, pengobatan khusus lainnya yang termasuk dalam kategori penyakit kritis).Jasindo Health juga menawarkan benefit yang fleksibel dan sesuai kebutuhan Anda melalui pembuatan produk yang bersifat Tailor Made dan dapat mengakomodasi permintaan asuransi kesehatan yang bersifat Indemnity (dapat langsung berobat ke rumah sakit tanpa menggunakan rujukan dari dokter keluarga) maupun Managed Care.

Bagikan