2017-09-15 21:52:31

5 Langkah Manajemen Anggaran Bulanan Efektif untuk First-Jobber

image

Menerima gaji pertama membuat Anda merasa ingin beli ini itu. Euforia punya penghasilan sendiri tentu dialami oleh para fresh graduate. Sayangnya kebiasaan seperti ini bisa mengancam kondisi finansial. Akibat manajemen keuangan yang tidak efektif ini, Anda pun akhirnya terjebak menjalani hidup dari tanggal gajian bulan ini ke bulan berikutnya tanpa bisa menabung bahkan kadang berhutang. Tentu Anda ingin keluar dari "jebakan" ini dan punya persiapan matang untuk masa depan, bukan? Simak 5 tips manajemen anggaran bulanan yang bisa Anda terapkan agar pengelolaan finansial berjalan maksimal sejak dini.

1.Buat anggaran
Langkah awal pengelolaan finansial yang baik bisa diawali dengan memiliki anggaran pribadi. Ini sangat efektif untuk mengetahui ke mana uang Anda akan "pergi" setiap bulannya. Buat "pos-pos" untuk setiap pengeluaran rutin Anda, siapkan juga "pos" untuk pengeluaran mendadak. Atur dengan perbandingan 50% dari penghasilan Anda gunakan untuk mencukupi kebutuhan rutin, mulai dari makanan, biaya transportasi, rekening listrik, hingga biaya telekomunikasi. Sisanya, bagi untuk tabungan, investasi, dana darurat, dan menikmati hidup secukupnya.

2.Menabung di awal
Jika Anda hanya mengandalkan uang sisa penghasilan sebagai dana tabungan, jumlah tabungan Anda bisa jadi tidak pasti setiap bulannya. Bahkan bisa jadi Anda malah tidak punya dana sisa untuk menabung. Begitu gajian, dari 50% dana yang tersisa setelah Anda menganggarkan pengeluaran rutin, segera sisihkan 30%-nya untuk ditabung. Pisahkan rekening tabungan dengan rekening belanja atau agar lebih disiplin menabung, Anda bisa memilih opsi autodebet bulanan.

3.Tetapkan target keuangan
Menetapkan target akan membantu Anda semakin disiplin menaati anggaran. Kategorikan target keuangan Anda dalam bentuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Target jangka pendek bisa seperti memiliki kendaraan pribadi sebelum usia 30, target jangka menengah adalah memiliki rumah sendiri, sedangkan target jangka panjang contohnya adalah menyiapkan dana pensiun. Sesuaikan target keuangan dengan penghasilan dan kebutuhan rutin Anda.

4.Siapkan dana pensiun
Rasanya baru kemarin diterima bekerja, masa sudah harus memikirkan masa pensiun? Hindari pemikiran seperti ini. Ingat, setelah pensiun tidak ada lagi gaji bulanan yang masuk ke rekening Anda. Atau jika ada, jumlahnya tentu berbeda jauh dengan penghasilan bulanan yang rutin Anda terima saat bekerja. Persiapkan masa pensiun sedini mungkin agar Anda tidak "gigit jari" di hari tua. Sisihkan setidaknya 15% dari penghasilan Anda untuk tabungan dana pensiun.

5.Belajar berinvestasi dan berasuransi
Ada satu alasan utama mengapa Anda harus sesegera mungkin berinvestasi dan berasuransi begitu menerima penghasilan rutin bulanan: laju inflasi tahunan di Indonesia yang cukup tinggi, bahkan fluktuatif. Sebagai fresh graduate, Anda bisa memilih jenis investasi deposito, saham, atau emas. Lengkapi persiapan di masa depan dengan produk asuransi sesuai kebutuhan Anda sekarang dan prediksi kebutuhan Anda di masa depan.

Selagi Anda mempersiapkan rencana masa depan, lindungi diri dengan program Asuransi Kesehatan Jasindo Health. Jasindo Health adalah produk asuransi kesehatan komprehensif meliputi jaminan Rawat Inap, Rawat Jalan, Rawat Gigi, Manfaat Melahirkan, Manfaat Kacamata, Manfaat Medical Check Up, serta Manfaat lain dengan batasan tertentu (jantung, hemodialisa, kemotherapi, pengobatan khusus lainnya yang termasuk dalam kategori penyakit kritis).Jasindo Health juga menawarkan benefit yang fleksibel dan sesuai kebutuhan Anda melalui pembuatan produk yang bersifat Tailor Made dan dapat mengakomodasi permintaan asuransi kesehatan yang bersifat Indemnity (dapat langsung berobat ke rumah sakit tanpa menggunakan rujukan dari dokter keluarga) maupun Managed Care.Kunjungi kantor cabang atau agen penjualan Auransi Jasindo untuk info lebih lanjut tentang Jasindo Health atau produk-produk Jasindo lainnya.

Bagikan