2017-08-03 07:01:38

Pentingnya Literasi Keuangan

Pentingnya Literasi Keuangan

Sektor keuangan di Indonesia adalah salah satu sektor yang penting dalam menyumbang angka Gross Domestic Product (GDP). Meskipun hanya sekitar 5%, namun sektor ini sangat vital karena mampu mempengaruhi sektor-sektor yang lain.

Untuk mendukung peran sektor keuangan dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia, Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggencarkan program literasi keuangan sebagai upaya membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses yang sama dalam memanfatkan jasa-jasa di sektor keuangan atau "inklusi keuangan".

Menurut KBBI, literasi berarti kesanggupan membaca dan menulis. Dalam hal finansial, literasi keuangan dapat diartikan sebagai kecakapan atau kesanggupan dalam hal keuangan. Literasi keuangan akan sangat membantu dalam memberikan pemahaman yang mendalam tentang aturan main untuk mengelola keuangan yang cerdas, dan peluang mencapai kebebasan keuangan pun akan semakin besar.

Mengapa literasi keuangan ini menjadi penting untuk dilakukan? Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan OJK pada tahun 2013 yang membagi tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia menjadi empat bagian:

1.Well literate (21,84 %), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

2.Sufficient literate (75,69 %), memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.

3.Less literate (2,06 %), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan.

4.Not literate (0,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Dari hasil survei di atas, bisa dilihat jika tidak semua masyarakat mengerti pengetahuan dan yakin dengan lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Selain itu, keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan masyarakat Indonesia juga masih rendah. Tak salah jika literasi keuangan menjadi sangat penting untuk dilakukan demi menunjang sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Di samping itu, literasi keuangan akan meminimalisir tindak kriminalitas di bidang perbankan dan keuangan (financial crime) yang kian mengkhawatirkan. Kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap literasi keuangan rawan disalahgunakan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari masyarakat dengan memasarkan berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang tidak jelas serta tawaran investasi yang bersifat ilegal. Apalagi seiring perkembangan teknologi cyber yang membuat kejahatan finansial makin mudah dilakukan dan dapat mengancam perkembangan ekonomi serta stabilitas nasional suatu negara

Sebagai salah satu elemen produk jasa keuangan, asuransi yang menjadi salah satu ranah dari literasi keuangan memiliki peran penting membentuk persepsi tentang keuangan di masyarakat. Banyaknya persepsi awam yang masih menganggap asuransi sebagai rencana keuangan yang sia-sia termasuk salah satu permasalahan dalam meningkatkan literasi keuangan. Perlu ada edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi seiring semakin meningkatnya ketidakpastian keuangan saat ini.

Asuransi Jasindo sangat mendukung program OJK upaya peningkatan literasi keuangan nasional di masyarakat, salah satunya dengan menggelar Insurance Goes To Campus (IGTC) di mana Asuransi Jasindo berpartisipasi pada kegiatan edukasi mengenai asuransi dan berkarir di industri asuransi itu sendiri.

Program IGTC merupakan salah satu program edukasi institusi asuransi yang diatur pada pasal 14 Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Tahun 2019 mendatang, OJK memiliki target yakni 75 persen masyarakat sudah memahami literasi keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan. Dengan program IGTC diharapkan pertumbuhan industri asuransi di Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin meningkat.



Bagikan