Asuransi Jasindo merupakan hasil nasionalisasi terhadap dua perusahaan asuransi, yaitu NV Assurantie Maatschappij de Nederlander, sebuah perusahaan asuransi umum milik kolonial Belanda, dan Bloom Vander, perusahaan asuransi umum Inggris yang berkedudukan di Jakarta. Kebijakan nasionalisasi dilakukan sejalan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Proklamator Rl, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, yang sekaligus mengamanatkan pelaksanaan pemindahan kekuasaan dan kepemilikan Kerajaan Belanda kepada Pemerintah Indonesia. Kebijakan nasionalisasi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang No. 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda yang berada di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Langkah pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap kedua perusahaan asuransi tersebut diikuti dengan perubahan nama keduanya menjadi PT Asuransi Bendasraya yang bergerak di bidang Asuransi Umum dalam Rupiah dan PT Umum Internasional Underwriters (UIU) yang bergerak pada bidang Asuransi Umum dalam valuta asing. Kehadiran PT Asuransi Bendasraya bertujuan untuk memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat dan memperkokoh keamanan serta perekonomian negara.
Dalam perjalanannya, melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 764/MK/IV/12/1972 tanggal 9 Desember 1972, dilakukan merger antara PT Asuransi Bendasraya dan PT Umum Internasional Underwriters (UIU) menjadi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sebagai sebuah BUMN yang bergerak di bidang usaha Asuransi Umum. Penggabungan disahkan melalui Akta No. 1 tanggal 2 Juni 1973 dari Mohamad Ali, Notaris di Jakarta.
Perusahaan mulai beroperasi pada tahun 1973, dan sampai dengan saat ini memiliki jaringan berupa 30 Representative Office yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dan memiliki jaringan Representative Office yang tersebar di Indonesia, Asuransi Jasindo telah dipercaya oleh masyarakat dan Pemerintah dalam mengelola risiko atas aset/kepentingannya baik yang bersifat korporasi maupun ritel. Dalam pengelolaan risiko ini, terutama untuk risiko pertanggungan yang bersifat mega risk, Asuransi Jasindo mendapat dukungan dari berbagai perusahaan reasuransi terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain Indonesia Re, Nasional Re, Tugu Re, Marein, Odyssey Re, Munich Re dan Swiss Re
Menutup asuransi umum yang masuk kategori proyek-proyek sulit atau langka, yaitu penutupan Asuransi Satelit Palapa B2.
Pengakuan Badan Pemeringkat Internasional, Standard and Poor's, untuk kategori "Claim Paying Ability" dengan peringkat BBB dalam melaksanakan kegiatan pokok Perusahaan, utamanya dalam penyelesaian klaim-klaim besar.
Membentuk Asuransi Syariah Jasindo Takaful sebagai salah satu unit usaha di bawah pengelolaan/pengawasan Unit Usaha Takaful (UUT) melalui pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Jasindo Takaful.
Memperoleh pengakuan dari Badan Pemeringkat Internasional, AM Best International Rating, yang memberikan rating untuk Financial Strength Rating dengan peringkat B++ dan Issuer Credit Rating (Stable Outlook) dengan peringkat BBB.
Memperoleh peringkat "AA-" Stable Outlook oleh PEFINDO, yang menggambarkan Perusahaan memiliki posisi yang sangat kuat di Industri Asuransi umum, Likuiditas yang sangat kuat dan kinerja operasional yang kuat.
Memperoleh penghargaan Best General Insurance Company
Melakukan proses pemisahan (Spin Off) Unit Usaha Takaful menjadi Perusahaan Asuransi Syariah.
Melakukan revitalisasi Budaya Perusahaan dari Asah, Asih, Asuh menjadi Resourceful, Agility, Integrity, Synergy, Excellent Service (RAISE) sejalan dengan Visi dan Misi Perusahaan.
Mengeluarkan produk asuransi Usaha Tani Padi sebagai salah satu dukungan atas program nawacita di dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik.
Membayarkan klaim sebesar Rp961,3 miliar untuk klaim Aviation (PT Indonesia AIRASIA).
Penetapan Budaya Perusahaan baru Resourceful, Agility, Integrity, Synergy, Excellent Service "RAISE".
Perusahaan membayarkan Klaim Bisnis Oil & Gas sebesar total USD112,3 juta untuk Asset SKK Migas,dan total USD16,4 juta untuk Proyek Konstruksi KKKS. Selain itu membayarkan seluruh klaim untuk Asuransi Aviation sebesar total Rp93,1 miliar.
Perseroan menjadi leader dari konsorsium asuransi satelit Bank Rakyat Indonesia (BRISat) dengan nilai pertanggungan sebesar USD200 juta.
Penutupan peluncuran satelit Telkom 3S milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk sebesar USD215 juta yang telah sukses diluncurkan di Kourou, Guyana Perancis, Amerika Selatan.
Peluncuran Jasindo Travel Insurance.
Perolehan sertifikat Information Security Management System-ISO/ IEC 27001:2013 untuk ruang lingkup The Management of Information Security in Provision of Core Insurance Application (STAR JASINDO).
Peningkatan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 untuk ruang lingkup Keputusan Akseptasi, Penyelesaian Klaim, Pembayaran Klaim, dan Aktivitas Pendukung Lainnya.
Penghargaan lima tahun berturut-turut Juara I Annual Report Award 2016 untuk kategori BUMN Keuangan Non-Listed.
Pertanggungan Penutupan satelit merah putih dengan nilai tanggungan sebesar USD150 juta.
Perubahan komposisi Direksi yaitu penambahan posisi Direktur SDM dan Umum.
Pembentukan Konsorsium Merah Putih yang diketuai oleh Asuransi Jasindo. Konsorsium tersebut terdiri dari 4 perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi bersama yaitu asuransi ekspor dan impor barang tertentu
Perubahan Struktur Organisasi Asuransi Jasindo yang telah disahkan melalui Addendum 2 Surat Keputusan Direksi No. SK.03. DMA/1/2019 tanggal 23 Januari 2019, perubahan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan dan pelayanan terhadap pelanggan.
Asuransi Jasindo sebagai leader Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (BMN) melakukan penandatanganan kontrak payung penyediaan Asuransi Barang Milik Negara. Penandatanganan ini merupakan langkah baru untuk pemeliharaan aset Negara.
Peralihan kepemilikan saham Asuransi Jasindo yang menjadi salah satu bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 20 tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Repubulik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)
Asuransi Jasindo memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Asuransi Jasindo Selesaikan Klaim Sektor Energi Rp2,7 triliun.
Jasindo dan Konsorsium memberikan proteksi atas Aset & Konstruksi SKK Migas, Satelit Merah Putih dan Satelit T3-S
Memasuki tahun 2022, nilai RBC Perusahaan tidak memenuhi batas minimum yang telah ditentukan oleh OJK, sehingga Perusahaan menyusun Rencana Penyehatan Keuangan (RPK). Perusahaan berhasil memaksimalkan realisasi atas 6 Inisiatif Utama dari RPK tahun 2022, yang terdiri dari:
Pelepasan penyertaan langsung pada PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia dan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia;
Revaluasi Aset Tetap Perusahaan;
Pelepasan Aset Tetap Perusahaan; serta
Dukungan Shareholder’s Loan.
Perusahaan melakukan perbaikan model dan proses bisnis yang sesuai dengan risk appetite Perusahaan dengan upaya-upaya sebagai berikut:
Refocusing Business Fokus pada penjualan produk yang menjadi core dan appetite perusahaan, sebagai contoh menghentikan penjualan Asuransi Kredit
Sentralisasi Proses Bisnis Melakukan perubahan struktur organisasi dengan tujuan sentralisasi proses akseptasi, klaim dan keuangan yang sekarang dilakukan secara terpusat di Head Office. Melakukan perubahan Kantor Cabang menjadi Representative Office (RO), agar RO dapat fokus dalam melakukan penetrasi pasar dengan tetap menyesuaikan kepada risk appetite perusahaan dan prudent underwriting.
Tindak lanjut atas sentralisasi proses akseptasi, klaim dan keuangan telah direalisasikan dalam bentuk perubahan struktur organisasi di mana di Representative Office tidak lagi memiliki fungsi teknik dan keuangan. Limit wewenang fungsi teknik dan keuangan menjadi limit kewenangan Head Office. Fungsi Representative Office yang semula mencakup fungsi pemasaran, akseptasi, klaim dan keuangan berubah menjadi fokus pada fungsi sales dan service.
Transformasi bisnis telah dilakukan oleh Perusahaan dengan melakukan refocusing bisnis pada segmentasi korporasi sesuai dengan core competence Perusahaan. Bisnis pada segmen korporasi utamanya termasuk pada lini bisnis Harta Benda, Pengangkutan, Rangka Kapal, Energy Offshore, Energy Onshore, Rekayasa, Aviation, Satellite dan Tanggung Gugat.
Perusahaan telah melakukan peningkatan layanan kepada customer sesuai dengan core competence pada bisnis korporasi melalui pembentukan Direktorat Bisnis Strategis yang terdiri dari Group Bisnis yang menangani key account BUMN, serta melakukan penguatan Governance, Risk & Compliance (GRC) dengan dibentuknya unit Kebijakan dan Prosedur yang merupakan bagian dari Grup Manajemen Risiko Perusahaan.
Perusahaan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pada produk asuransi yang termasuk ke dalam penugasan dan program Pemerintah dan telah memberikan kontribusi premi yang naik signifikan dari tahun sebelumnya. Adapun selama tahun 2023 Perusahaan telah menjalankan 6 (enam) penugasan dan program dari Pemerintah.
Perusahaan telah melakukan penambahan karyawan melalui program Officer Development Program (ODP) untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) pada fungsi bisnis, underwriting, aktuaria, IT, dan legal. Penambahan karyawan pada fungsi tersebut merupakan komitmen Perusahaan dalam menyelaraskan kebutuhan SDM dengan rencana strategis Perusahaan.
Perusahaan telah melakukan 17 (tujuh belas) training yang terstruktur untuk hard skill, soft skill dan leadership untuk meningkatkan dan mengembangan kompetensi karyawan dalam mendukung core competence Perusahaan.
Perusahaan telah melakukan pengembangan Teknologi dan Informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan customer experience melalui penyempurnaan dan peluncuran aplikasi yang digunakan oleh internal dan eksternal.