2019-06-10 12:00:00

Tips Agar Anak Aman di Sekolah

Keamanan tentu menjadi konsiderasi terbesar orangtua ketika melepas anak pergi untuk menuntut ilmu di sekolah. Ada banyak hal-hal yang ditakutkan orangtua berkaitan dengan melepas anak pergi ke sekolah, seperti penculikan, kecelakaan, atau bahkan perisakan (bully) dari teman-teman sebaya si anak. Oleh karena itu, Anda harus membekali anak dengan berbagai pengetahuan dasar untuk menghindari dirinya terlibat hal-hal yang membahayakan diri di sekolah. Simak tips-tips yang dapat Anda lakukan di bawah ini agar anak aman di sekolah:

1. Tidak Berbicara dengan Orang Asing Tak Dikenal

 

Ajari AnakAjari anak untuk tidak sembarang bicara dengan orang asing di lingkungan sekolah. 

Hal paling mendasar yang harus Anda tekankan agar anak aman di sekolah adalah agar dia tidak berbicara dengan orang asing, di luar lingkungan sekolah, yang tak dikenal. Ini penting untuk menghindari risiko penculikan anak yang marak terjadi karena sang anak tidak waspada saat diajak pergi oleh orang asing. Anda harus tekankan bahwa anak benar-benar harus berhati-hati pada orang tak dikenal yang mengajaknya bicara di lingkungan sekolah. Anak Anda juga harus menolak segala iming-iming dari orang tersebut untuk mengajaknya pergi, seperti bujukan dengan menggunakan permen atau cokelat. Anda pun bisa menyarankan anak untuk berteriak atau langsung melapor pada guru apabila ada orang tak dikenal yang memaksa untuk berbicara dengannya. Dengan begitu, anak dapat segera menyadari apabila ada sesuatu yang mengusik keamanannya di sekolah.

2. Mengingatkan Anak untuk Bermain dengan Hati-Hati

 

 Playground

Ada berbagai jenis permainan di sekolah, baik yang menggunakan alat seperti perosotan atau ayunan, maupun yang tidak menggunakan alat seperti petak umpet. Anda bisa memberikan arahan pada anak bagaimana caranya menikmati semua permainan tersebut dengan aman, seperti tidak mengayun terlalu kencang atau tidak bercanda dengan teman saat berada di atas perosotan. Anda juga harus mengingatkan anak untuk tidak bercanda menggunakan fisik, seperti menyandung kaki anak lain atau mendorong tubuh temannya. Dengan diberikan pengertian seperti itu, anak akan menyadari apa saja yang tidak boleh dia lakukan saat bermain untuk menjaga keamanannya di sekolah.

Baca juga: 4 Cara Mengajak Anak Berolahraga

3. Mengedukasi Anak Perihal Bullying

 

bullying

Perisakaan atau bully merupakan hal yang kerap kali terjadi di sekolah, dan itu akan berpengaruh pada mental anak yang menjadi korban. Untuk menjaga keamanan anak di sekolah, Anda bisa mengawali penjelasan tentang bullying kepada anak Anda dengan memberi contoh bahwa tidak seharusnya seorang anak melakukan hal-hal yang menyebabkan temannya terluka, seperti memukul, menendang, menjambak, dan berbagai bentuk kekerasan fisik lainnya. Selain itu, Anda bisa memberikan pengertian bahwa anak tidak boleh melakukan tindakan seperti mengejek dan menghina fisik atau ras temannya, serta tidak patut menjauhi teman. Anda juga harus mengingatkan anak bahwa apabila ia mengalami hal-hal tersebut dari temannya, anak Anda bisa langsung melapor pada Anda dan juga gurunya agar ada tindakan lebih lanjut dari bully yang dialaminya.

4. Pergi dan Pulang Sekolah dengan Jemputan

 

Antar Jemput

Jika Anda tidak bisa selalu mengantar anak Anda ke sekolah, untuk menjaga keamanannya, Anda dapat menggunakan jasa jemputan sekolah. Jemputan sekolah cenderung aman karena terhubung dengan pihak sekolah, sehingga meminimalisir kemungkinan buruk yang berkaitan dengan penculikan anak. Bila tidak ikut jemputan, anak Anda harus senantiasa pergi dan pulang sekolah dengan pengawasan dari nanny atau kerabat yang bisa mengantar dan menjemputnya. Jika tidak punya nanny atau kerabat, Anda bisa mengarahkan anak untuk selalu pergi dan pulang sekolah bersama dengan teman-temannya. Hal ini juga dapat melatih anak solidaritas anak dengan teman sebayanya sejak dini.

Baca juga: Lindungi Anak Saat Bersekolah dengan Asuransi Anak Sekolah

5. Memberikan Nomor Darurat untuk Anak

 

Panggilan Darurat

Sedari dini, Anda sudah harus memastikan bahwa anak Anda hafal nomor telepon kedua orangtuanya. Hal ini penting dilakukan agar apabila anak berada di situasi darurat, ia akan ingat nomor untuk menghubungi Anda. Di sekolah biasanya tidak mengizinkan anak untuk membawa ponsel, maka Anda bisa memberitahu anak untuk segera menghubungi Anda lewat telepon sekolah bila anak sedang dalam kondisi darurat, seperti sakit mendadak saat berada di sekolah. Selain itu, lengkapi pula notes di buku anak akan nomor-nomor darurat lainnya seperti nomor kantor polisi terdekat untuk antisipasi tindak kejahatan di sekitar lingkungan sekolah, atau nomor rumah sakit bila ada kondisi darurat yang menimpa anak atau temannya. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga menyediakan panggilan darurat 112 yang bisa dihubungi serta bebas biaya.

6. Mengingatkan Anak untuk Selalu Melapor pada Guru Ketika Ada Bahaya

 

GuruGuru adalah pengganti orangtua di sekolah.

Anda bisa memberi pengertian pada anak bahwa ketika berada di sekolah, guru juga merupakan orangtua mereka, sehingga apapun yang terjadi, anak dapat bercerita pada guru. Begitu pula bila terjadi sesuatu seperti anak sakit, terluka, atau di¬risak (bully) oleh teman-temannya di sekolah, maka ia bisa langsung melaporkan semua yang terjadi pada guru, agar sang guru bisa mendampinginya menghadapi kejadian yang ia alami. 

Itulah enam tips agar anak aman di sekolah sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk melepasnya berada di lingkungan luar rumah. Dengan mengedukasi anak mengenai hal-hal yang harus ia lakukan untuk menjaga keamanannya di sekolah, diharapkan ia dapat mengidentifikasi hal-hal apa saja yang aman dan tidak bagi dirinya dan teman-temannya.

Selain dengan mengedukasi anak mengenai hal-hal yang harus dilakukan agar ia aman di sekolah, lengkapi perlindungan bagi anak Anda dengan Asuransi Anak Sekolah dari Jasindo! Perlindungan kami hadir untuk menjaga keamanan anak Anda saat ia menempuh jalan untuk meraih cita-citanya. Kunjungi website www.jasindo.co.id dan rasakan kemudahan mengajukan perlindungan bersama Jasindo!

Bagikan